Kamis, 29 Juni 2017

SUNGAI YANG TERLUKA

Mengolah tanah untuk lahan pertanian, adalah salah satu cara manusia untuk mempertahankan hidup. Tetapi kebutuhan hidup seringkali membuat orang tidak ambil peduli, sekalipun perbuatannya akan menimbulkan bencana bagi orang lain.  Lahan yang telah terbuka dan berubah menjadi padang tanah, sangat memungkinkan melahirkan penderitaan bagi orang lain.


Air dalam bentuk hujan yang suatu saat turun diatas lahan gundul, akan mengalir menuju tempat terendah dan menggerus tanah menuju lembah kemudian jatuh di sungai. Tanah yang jatuh di sungai akan mengendap di sepanjang dasar sungai, sehingga pendangkalanpun tak dapat dihindarkan. 

Selanjutnya, ketika hujan turun dalam skala besar, debit air akan memasuki sungai dalam jumlah yang besar pula. Sungai yang mengalami pendangkalan tak mampu menampung air yang masuk, kemudian meluap dan mengalir deras lalu menerjang apa saja yang menghalangi jalannya.

>>>>

Dilain pihak, sebagian besar masyarakat menganggap sungai adalah tempat yang paling strategis untuk membuang sampah. Hal itu tak dapat dipungkiri, dan faktanya masyarakat menjadikan sungai bahkan selokan sebagai tempat pembuangan akhir bagi sampah mereka, padahal air yang mereka konsumsi sumbernya berasal dari sungai.

Pencemaran terhadap sungai kerap kali dikaitkan dengan perilaku masyarakat, karena yang terlihat mata di permukaan sungai adalah sampah produk rumah tangga. Sesungguhnya tidak hanya masyarakat saja, tetapi para pelaku industri juga sangat berperan besar atas tercemarnya sungai.

Lembaga pemerintah yang ditugaskan untuk memperhatikan lingkungan hidup, diharapkan untuk mencari strategi yang dapat mengendalikan kebiasaan buruk masyarakat membuang sampah ke sungai, sekaligus melahirkan strategi untuk mengendalikan kualitas air sungai dan dapat mengetahui dari mana sumber pencemaran sungai.

Hampir semua sungai yang melintas dari perkotaan dipastikan memiliki kecenderungan tercemar, baik limbah produk rumah tangga maupun limbah produk industri.

SALAM GEMILANG